Selasa, 23 November 2010
BeJalaN BeriRingan dengn Orang lain
Mungkin karena saya yang tidak bisa menyamakan langkah saya dengan mereka atau karena saya mempunyai arah yang beda sehingga menjadi penyebab munculnya kesulitan ini.
Bisa jadi kedua persepsi saya ini memang menjadi sumber penyebabnya. Pasalnya saya memang sering mempunyai pandangan yang berbeda dengan teman-teman. Karakter m yang ada pada diri saya begitu kuat. sehingga tanpa saya sadari saya telah membentuk alur jalan yang berbeda dengan mereka begitu kental. sehingga memperjelas perbedaan pandangan.
Yach... sudahlah...
Senin, 23 Agustus 2010
Ketika Umik DiTinGGaL LPJ
Sudah 3 Pekan Kurang 2 hari, Umik ditinggal Abi LaTihaN Pra JaBAtaN (LPJ) di ViLLa DuTa KAsIH TraWas Pandaan. Hampir tiap Sabtu selama 2 pekan kemarin Abi pulang ke Gresik. Namun Abi mengambil keputusan Sabtu ini tidak pulang karena Senin nanti Abi sudah selesai mengikuti LPJ + ada kegiatan perpisahan kelas. Hehe... jadi kangen nich sama Abi.
Sambil Cuci baju, akhirnya umik iseng nulis kegiatan umik n gmana rasanya ketika harus terpisah sementara dengan Abi selama 19 hari. yach anggap ajach berbagi pengalaman. Habisnya umik baru ngerasakan ditinggal sampai lama yach... baru sekarang, Biasanya 1 minggu itu dah lama buat umik. Tapi untungnya setelah dijalani bisa juga. Masih untung hanya ditinggal 3 minggu gmana dengan istri POLISI n TNI. (Salut benar umik sama IBU-IBU POLISI n TNI)
Minggu pertama buat umik terasa cukup berat, bagaimana tidak cukup berat. Hampir tiap hari umik n abi sering berdua sementara semenjak Abi berangkat tanggal 3 Agustus 2010, umik hanya sendirian. Ndak enak benar rasanya ndak ada teman ngobrol n bercanda. Parahnya umik biasanya cerewet, semenjak di tinggal Abi berangkat ke Trawas, umik banyak diamnya. habisnya ndak ada yang dicereweti apalagi diambeki (hehehe.... heee...hee maklum ndak ada putra yg bisa dicereweti, dimarahi). Untungnya malam hari, umik ditemani speedy di rumah minimal ada kegiatan ngenet n pagi harinya ada lomba di sekolah yang menghibur umik. Apalagi ada futsal yang bisa ngobati rasa kangen umik ke Abi. Namun yang paling umik senang adalah ada acara lomba musik di sekolah, umik benar-benar ingat Abi. So Umik happy fun aja selama 1 pekan ini, mungkin juga karena terbiasa ditinggal selama 1 pekan. Apalagi di sekolah juga ada kegiatan In House Traning (IHT) untuk e-learning sekolah. Dan umik tertarik dengan kegiatan ini, lumayan lah ada bekal untuk semakin memanfaatkan teknologi pada kegiatan pembelajaran.
Hingga pada akhirnya tanpa terasa hari Sabtu pun tiba dan Abi menjenguk umik di rumah. Selama ini umik dan Abi berkomunikasi via HP dengan SMS or Call, sebagai obat kangen. Beda dong dengan ketemu langsung, ibarat pacaran Sabtu itu waktunya apel. hehee...heee... Sabtu pertama tidak ada yang terlalu istimewa buat umik apalagi dari cerita Abi, sepertinya Kegiatan Abi selama LPJ terkesan padat dan menjemukan. Jadinya umik hanya bisa ngasih semangat Abi. Umik senang karena Abi ataupun Umik bisa saling berbagi cerita dan tentunya rasa kangen seminggu kemarin terobatilah....
Ada kejadian yang bikin umik simpatik pada Abi. Umik kasihan juga lihat Abi ketika Abi tak sengaja tertidur di kursi saat nonton TV, sepertinya minggu pertama Abi di Trawas benar-benar menguras tenaga n pikiran Abi. Tidurnya Abi pulasss banget.padahal waktu itu waktu masih sore.
Esok harinya Abi pun ngerjakan resume tentang komunikasi, umik menemani Abi. Ini yang umik senang karena umik dapat ilmunya komunikasi dari buku yng dibawa Abi. Dan umik baru sadar bahwa komunikasi itu penting. Sementara selama ini umik kurang berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar umik. Umik lebih cenderung menutup diri. Dan ini tidak baik dalam bermasyarakat, so umik pun sempat berdiskusi dengan Abi. banyak masukkan yang diberikan Abi pada umik. Dan umik mulai mencoba untuk membuka diri dalam komunikasi. Memang selama ini umik lebih sering berkomunikasi dengan orang terdekat saja.Trim's Abi, Abi adalah penasehat terhebat dalam hidupku n umik senang jadi pendamping Abi.
Minggu kedua buat umik sangat berat. Karena minggu tersebut adalah minggu pertama bulan Ramadhan apalagi minggu tersebut liburan sekolah. Umik lebih banyak sendirian. Meskipun mungkin ada speedy di rumah yang selama ini jadi hiburan umik. Terasa benar-benar berat ketika waktu buka pada puasa pertama. Padahal umik tidak buka puasa sendiri, umik diajak mama umik buka bersama di rumah mama umik yang jaraknya 100 m dari rumah umik. Namun etah kenapa hati umik tidak nyaman. Dan umik pun pamitan ke mama umik ntuk pulang ke rumah.
Di rumah, dalam sholat umik, tak terasa ada butir-butir air yang menetes tak tertahan keluar dari mata umik. Dan saat itu juga umik terasa begitu dekat sama Tuhan Umik. Dan Umik pun mencoba untuk berdialog, mengadukan perasaan umik. Hingga akhirnya tanpa umik sangka Abi yang pada jam-jam itu belum pernah menghubungi umik, menelpon umik (biasanya Abi nelpon di atas pukul 22.00).Sungguh seperti ada penghubung antara umik n Abi saat itu.
Dan dari kejadian itulah membuat umik sadar bahwa selama ini Tuhan sayang Umik. Umik seperti dingatkan Tuhan Umik tentang kasih sayang Abi pada umik. tentang perhatian Abi pada umik. sementara umik tampaknya lebih sering tidak setuju pada keputusan Abi sebagai Imam umik. Umik tampaknya lebih banyak menyalahkan abi dan lebih sering membuat Abi jengkel. Umik tampaknya juga sering tidak percaya pada Abi padahal Kepercayaan pada pasangan adalah bentengnya kasih sayang. Ma'afkan Umik.
Minggu kedua inipun terasa cukup lama buat umik, apalagi sejak mau kembali ke trawas Sabtu kemarin Abi mengatakan untuk tidak pulang pada hari Sabtu nanti. Namun dari kejadian awal puasa kemarin, umik berusaha untuk intropeksi n melakukan perubahan. Moment yang tepat untuk menjadi pribadi yang mungkin sedikit berbeda pada hari-hari yang lalu.Namun rasa kangen umik ke Abi benar-benar teramat sangat. Umik rindu dengan buka bersama, sholat bersama dan hal-hal yang dilakukan bersama Abi.
Dan sungguh mengejutkan Sabtu kedua yang awalnya tidak direncanakan Abi untuk pulang, ternyata berubah. Via telepon Abi menelpon berada di perjalanan. Tanpa pikir panjang umik yang biasanya tidak masak, akhirnya umik masak dengan seadanya. Dan betapa senangnya hati umik ketika mendengar dan melihat senyum Abi.
Dan kepulangan Abi ke rumah pada minggu kedua ini sangat istimewa buat umik. Umik merasakan dimanja oleh Abi, umik diberi cerita yang menarik oleh Abi dan umik diberi keyakinan tentang sayang Abi pada umik. Sungguh hari itu umik merasa sangat dekat dengan Abi. Dan umik bersyukur dipertemukan dengan Abi sebagai pasangan umik.Terasa berat melepas keberangkatan Abi ke Trawas saat itu, namun Abi memberikan semangat pada umik. Abi, umik sayang Abi n Abi sayang umik.
Dan memang tak terasa minggu ketiga telah dijalani, umik senang komunikasi dengan Abi lebih sering terjadi. Hingga suatu hari tanpa sengaja ketika umik browsing di internet, umik menemukan suatu berita yang mengejutkan, http://forumbebas.com/printthread.php?tid=79647 . Umik benar-benar sok. Perasaan umik tidak karuan dan umik merasa khawatir. Mulai muncul pikiran-pikiran negatif yang dulu pernah juga umik alami. Umik pun langsung menelpon Abi, dan untunglah dengan kesabaran Abi memberikan keyakinan bahwa abi tidak melakukan seperti yang ada di berita. Bahwa Abi setia pada umik. Sebagai wanita tentunya wajar jika setelah membaca berita tersebut umik merasa khawatir. Keyakinan yang diberikan abi menenangkan hati umik apalagi pada http://diary.febdian.net/2009/06/16/jurnal-diklat-prajabatan-di-lpmp-jawa-timur/ memperkuat hati umik untuk percaya pada abi.
TIDAK SEMUA PESERTA LPJ MELAKUKAN KEGIATAN NEGATIF MESKIPUN MUNGKIN ADA. TERGANTUNG PADA PRIBADI TIAP PESERTA.
UMIK BERDOA AGAR HATI UMIK DAN ABI SELALU DIJAGA TUHAN
DAN SETIAP PASANGAN SETIA PADA PASANGAN MASING-MASING
umik adalah panggilan sayang dari suami dan abi adalah panggilan sayang dari istri. Semoga cerita di atas memberikan keteguhan hati dan menghilangkan rasa khawatir dan menumbuhkan rasa percaya pada pasangan buat istri-istri yang di tinggal dinas suami. Peristiwa dalam cerita diatas hanyalah pandangan saja apabila ada kesamaan kejadian marilah berbagi.
Sabtu, 19 Juni 2010
KeBenaran
Dalam LoGika matematika kita telah mempelajari bahwa Nilai kebenaran pada suatu pernyataan adalah "BENAR" atau "SALAH" artinya suatu pernyataan dapat bernilai benar saja atau bernilai salah. Sehingga kemudian pada diri kita muncul pertanyaan...
Apakah pernyataan benar artinya sesuatu pernyataan yang lain salah?, siapa yang berhak menyatakan benar? Bapak?, Hakim?, presiden?, ilmuwan?, polisi?, tentara?, dpr?,mpr?, guru?, tumbuh2an?, alam?, otak?, saraf?, hewan?, buku?, berita?
Kebenaran menjadi arah pedoman untuk kehidupan. Mau tidak mau seseorang harus mempunyai pedoman dalam tindakan atau perilaku didalam kehidupannya. Hal ini didapat melalui pendidikan dan pengalaman dalam perkembangan kehidupan setiap individu. Merubah pedoman kehidupan akan dilalui dari waktu ke waktu dalam pergolakan pemikiran.
Ketika suatu pernyataan memang bernilai benar maka dikatakan pernyataan tersebut memang salah. Namun ketika pernyataan tersebut dihubungkan dengan pernyataan yang lain maka akan diperoleh pernyataan yang bisa benar atau salah tergantung pada hubungan yang ada. Pada dasarnya kita harus dihadapakan pada suatu penilaian benar dan salah.
Setiap orang bahkan apaapun itu berhak untuk menyatakan kebenaran. Seekor semut menyatakan kebenaran bahwa apapun yang terasa manis dan gurih merupakan makanan yang harus dibawa ke sarangnya.
Pedoman Kebenaran kadang membawa kehidupan yang menyenangkan dan kadang menyusahkan diri dan orang disekitar kita.
Benarkah Remidi menjadi suatu Solusi bagi Siswa yang Tidak Tuntas
Untuk awal perenungan ini saya harus mendapatkan definisi dan tujuan dari remidi itu sendiri?
maka dari itu saya harus mencari sumber yang jelas dengan bantuan mbah google?
Sumber: MAN 3 MALANG
- Remidi sangat penting, sebab akan menentukan siswa itu naik kejenjang selanjutnya. jika ada 4 mata pelajaran yang belum tuntas maka siswa itu harus siap-siap mengulang ditahun depan. Pun juga sebaliknya, siswa yang nilainya tuntas semua, atas yang belum tuntas kurang dari 4, maka siswa itu bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi.
- Menurut Random House Webster’s College Dictionary (1991) remedial diartikan sebagai intended to improve poor skill in specified field, kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki ketrampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu. Kalau dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil.
Meskipun saya hanya mendapatkan satu sumber, saya berharap dapat membantu untuk menjawab apa yang ingin saya ketahui.
"Remidi sangat penting" kalimat ini menjadikan saya lebih tertarik untuk mengetahui sejauh mana pentingnya? dan jika dikaitkan dengan kejadian dalam sidang Verifikasi kenaikan kelas kemarin memang memberikan kontribusi yang sangat besar. Ketika siswa tidak melakukan kegiatan ini dan mungkin sudah melakukan namun masih belum mencapai standart maka siswa tersebut memang harus tinggal kelas. Dan ini berarti Remidial sangat penting namun terkadang oleh sebagian siswa menjadi sesuatu yang tidak penting hingga meremehkan kegiatan tersebut.
Namun ada satu yang sedikit mengusik saya adalah jumlah nilai siswa yang belum tuntas??? sepertinya inilah yang harus diluruskan nantinya? dan dari kejadian kemarin ada satu hikmah dalam pembelajaran saya sebagai seorang guru. Dan kondisi yang kemarin merupakan proses pengayaan bagi saya.
Sementara dari definisi remidial berdasarkan sumber yang saya baca tersebut telah memberikan satu titik secara teoritis bahwa remidi bisa menjadi solusi mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. karena remidi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil. Meskipun mungkin harus dibuktikan dengan suatu penelitian.
Sumber yang saya peroleh belum dapat menjawab atas apa yang menjadikan pertanyaan untuk saya secara pribadi?
Dalam Perenunganku
Jegong Gress Rumah kontrakanku
Jumat, 28 Mei 2010
WAKTU
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
- Demi Masa.
- Sungguh, manusia berada dalam kerugian.
- Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.
(Terjemahan surat ke 103)
Apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin?
atau
Apakah hari ini sama dengan hari kemarin?
atau
Apakah hari ini lebih buruk dari hari kemarin?
Mari luangkan waktu sebentar saja, untuk mengevaluai diri sendiri kemudian bergegas memperbaiki diri sendiri
Untuk meraih perubahan yang lebih baik memanglah perlu proses bukan? Menikmati proses dalam tiap tahapannya, insyaAllah.
Kalaupun hari ini belumlah ada perubahan yang lebih baik. Mantapkan diri untuk tidak menyerah dan teruslah berusaha. Yakinkan diri bahwa Allah selalu ada untuk memberi petunjuk dan bimbingan dalam setiap langkah.
Kalaupun hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Teruslah berdo'a agar Allah selalu memberi kesempatan untuk menyadari kesalahan yang menjadikan buruk dan Allah memberikan kesempatan untuk diri bisa memperbaiki.
Semoga kita semua adalah termasuk dalam golongan orang yang beriman, yang senantiasa mengerjakan kebajikan dan saling menasehati untuk kebenaran serta saling menasehati untuk kesabaran.
Wassalam
Rabu, 02 Desember 2009
Jawaban Untuk Pertanyaan Vers. 2
By. Ika Miming V.S.
Yaph.... Koordinat kartisius. Koordinat ini terdiri dari 2 garis saling tegak lurus, yaitu satu mendatar (horizontal) dan yang lain tegak (vertikal).Garis mendatar ini disebut sumbu-x sedangkan garis yang tegak disebut sumbu-y. Perpotongan kedua sumbu tersebut dinamakan titik asal (origin) dan diberi tanda O. Kedudukan sumbu x pada arah kanan atau kiri titik asal. sedangkan kedudukan sumbu y pada arah atas atau bawah titik asal. Kondisi ini terjadi ketika kita berbicara pada ruang lingkup dimensi dua (bidang datar).
Sistem koordinat Kartesius dapat pula digunakan pada dimensi 3, yaitu dengan menggunakan tiga sumbu (sumbu x, y, dan z), dimana ketig sumbu ini saling tegak lurus dan berpotongan di satu titik asal O. kedudukan sumbu x dan sumbu y sama pada koordinat kartisius di dimensi 2. Kedudukan sumbu x pada arah kanan atau kiri titik asal. sedangkan kedudukan sumbu y pada arah atas atau bawah titik asal. dan kedudukan sumbu z pada arah depan atau belakang titik asal.
Jika pada koordinat kartisius dimensi 2, Sumbu x sebagai representasi habluminannas, dan sumbu y sebagai representasi habluminallah. maka pada koordinat kartisus dimensi 3, sumbu x sebagai representasi ilmu, sumbu y sebagai representasi iman dan sumbu z adalah representasi teknologi. ini berarti kedudukan titik pada suatu koordinat kartisius dimensi 3 berperan sebagai manusia. Dan 8 kuadran pada koordinat kartisius menunjukkan 8 klasifikasi sumber daya manusia.
Kita tentukan dulu indikator untuk menentukan klasifikasi sumber daya manusia. Mari kita simak bersama, mudah-mudahan indikator ini akurakat dan tidak terlalu luas.
- Ilmu; indikatornya adalah pemahaman manusia terkait pengetahuan yang telah dipelajari dan pandangan terhadap seluruh aspek kehidupan.
- Iman;indikatornya adalah keteguhan hati dan kepasrahan jiwa untuk selalu berada di jalan kebenaran yang didasarkan pada keiklasan hanya untuk Tuhan.
- Teknologi; indikatornya adalah setiap hasil karya manusia yang berkembang sesuai dengan zaman dan masih dapat digunakan untuk media/ alat manusia menuju jalan kebenaran.
Yaph... kita mulai yach.....sb x = ilmu, sb y=iman dan sb z=teknologi
Type 1: GeNeRaSi uNGGuL
- Berada pada daerah 1 : sb x (+) sb y (+) dan sb z (+)
- Ketika posisi kita berada di daerah 1 itu berarti ada keseimbangan antara ilmu, iman dan teknologi. Dengan keimanan yang dibekali oleh ilmu yang telah dipelajari dapat memanfaatkan teknologi untuk kebaikan dan mendekatkan diri pada Tuhan sekaligus menghasilkan teknologi yang tepat guna.
- Berada pada daerah 2 : sb x (-) sb y (+) dan sb z (+)
- Ketika posisi kita berada di daerah 2 itu berarti kita harus waspada karena sebenarnya kita tidak cukup dengan beriman saja dalam menentukan pandangan hidup. harus ada dasar ilmu sehingga kita tidak merasa benar sendiri. dan akhirnya kita pun terbawa pada teknologi yang terbatas dan terkadang mengangggap teknologi itu tidak diperbolehkan (diharamkan). karena dasar ilmu yang kurang.
- Berada pada daerah 3 : sb x (+) sb y (+) dan sb z (-)
- Ketika posisi kita berada di daerah 3 itu berarti kita harus banyak memperluas pandangan. Karena bagaimanapun teknologi itu tetap diperlukan. Ketika kita berilmu dan beriman, tentunya itu tidak untuk diri kita sendiri bukan??? maka kita pun harus peka terhadap peradapan zaman. Teknologi yang saat ini tren adalah computerisasi dengan berbagai aplikasinya??? apa jadinya kalau kita tiadak paham sama sekali tentang teknologi. jadi zaman harus terus diikuti tanpa melupakan keimanan.
- Berada pada daerah 4 : sb x (-) sb y (+) dan sb z (+)
- Ketika posisi kita berada di daerah 4 itu berarti kita harus banyak belajar "membaca". bukan sekedar baca buku lho....... Ilmu itu tidak hanya didapat dari buku yang kita baca. Kita belajar pun tidak melihat siapa guru kita??? anak kecil pun terkadang bisa menjadi guru yang bijaksana. Kita harus yakin ketika iman kita ada pasti Tuhan akan membuka hati dan pikiran kita menjadi lebih baik. Dan teknologi dapat kita berdayakan secara maksimal.
Type 5: GeNeRaSi PeRuSaK
- Berada pada daerah 5 : sb x (+) sb y (-) dan sb z (+)
- Ketika posisi kita berada di daerah 5 itu berarti kita harus banyak mohon ampun pada Tuhan dan segera berserah diri. Karena keimanan kita yang kurang maka kita akan memeliki kecenderungan untuk tidak takut pada Tuhan dan berbuat semaunya dengan ilmu dan teknologi. Sehingga apa yang ada dipikiran dan teknologi yang ada tidak terkontrol....
Type 6: GeNeRaSi TerJeBaK
- Berada pada daerah 6 : sb x (-) sb y (-) dan sb z (+)
- Ketika posisi kita berada di daerah 6 itu berarti kita harus sadar. Teknologi adalah buatan manusia, teknologi hanya alat. jangan sampai kita diperbudak oleh alat buatan manusia. Memang denga teknologi kita bisa berbuat apa saja tapi kalu tanpa ilmu dan iman. Bagaimana kita berkarya?? Bagaimana kita bisa menjadi lebih baik kalau kita hanya bergantung ada teknologi saja. Sebab waktu itu terus berjalan... dan teknologi lambat laun akan berkembang sesuai dengan zaman. Jangan hanya pasrah pada teknologi. Kita harus ingat kita adalah ciptaan Tuhan yang lebih baik daripada teknologi buatan manusia.
- Berada pada daerah 7 : sb x (+) sb y (-) dan sb z (-)
- Ketika posisi kita berada di daerah 7 itu berarti kita harus peka. Ilmu yang kita miliki ini adalah sebagian kecil dari ilmunya Tuhan. Mungkin kita selalu menjadi yang no. 1 dalam berbagai hal. Namun tetaplah Tuhan yang berkehendak. Untuk apa ilmu jika hanya dipendam untuk diri sendiri... tidak bermanfaat.. kenapa tidak kita manfaatkan teknologi untuk kita saing berbagi?? kita bahkan lebih kaya ilmu.
- Berada pada daerah 8 : sb x (-) sb y (-) dan sb z (-)
- Ketika posisi kita berada di daerah 8 itu berarti kita harus berubah dan harus mau berubah... mau bergantung pada siapa lagi... Tuhan adalah tempat bergantung kita. Memang kita tidak akan tua??? sementara kinerja otak ini paling efektif saat kita muda....
Jegong Gress Rumah kontrakanku
Rabu, 11 November 2009
Jawaban Untuk Pertanyaan Vers.1
By. Ika Miming V.S.
spesial: Nmariana
Sungguh, Tuhan Maha Suci. Setelah sekian lama jeda perjumpaanku dengan seorang teman, kami pun dipertemukan kembali dalam suatu goresan yang sempat membuatku menitikan air mata haru ketika aku membaca tulisan itu. Sepenggal dialogdari kejadian bertahun-tahun yang lalu dan ternyata atas kebesaran Tuhan, dia pun Engaku ingatkan dan pad akhirnya dapat menemukan jawaban itu. Bahkan telah berhasil memberikan suatu kesimpulan.
Mungkin waktu itu, aku pun tidak menyangka... aku yang dikenal teman sebagai seorang yang "aneh" di mata mereka, karena jilbaber yang terkesan nyentrik, hehehe juga bu Neni.... memberikan perntanyaan dan peryataan yang mungkin seharusnya tidak aku lontarkan waktu itu... (siapalah... saya hanya seseorang yang ingin melihat matematika dari sudut pandang lain dan sayangnya waktu itu, saya belum menemukan dosen kami yang mempunyai sudut pandang lain tentang matematika) Mudah-mudahan Bu Neni nanti menjadi salah satu dosen yang mempunyai sudut pandang berbeda tentang matematika.
Memang......
itulah uraian jawaban yang tepat. Dan akupun awalnya mempunyai pendapat demikian. Namun sebenarnya itu belum dari sepenuhnya benar temanku? masih ada hal lebih penting lagi yang harus kita maknai dalam hidup ini. Kita terkadang terpesona oleh apa yang pertama kita lihat. Kita terkadang memandang bagian luar dari apa yang nampak.
Allah adalah Tuhan yang kita yakini sebagai dzat yang Maha Sempurna dan Agung yang tidak dapat kita hitung kebesaran-Nya bahkan dengan perumusan matematika sekalipun. Hubungan antara Tuhan dengan makluknya ataupun manusia dengan makluk ciptaan Tuhan, sungguh dinamis dan penuh ritme kehidupan.

Gambar 1.
Gambar 2
Temanku neni dan siapapun yang membaca tulisan ini, Ma'af sebelumnya kalau apa yang saya sampaikan ini dianggap salah. Mari kita teropong kembali apa yang disajikan temanku, Neni?
Kuadran 1: Apakah kita sudah berada di kuadran terbaik kehidupan kita? Apakah kita sudah memiliki hubungan yang baik denganNya sehingga sumbu y kita positif? Apakah kita sudah memiliki hubungan yang baik dengan orang2 di sekitar kita? dengan lingkungan tempat kita tinggal? dengan alam? sehingga kita layak mendapat nilai positif di sumbu x kehidupan kita?
Kuadran 2: Ataukah kita termasuk orang2 yang hanya mementingkan ibadah2 ritual aja? Merasa bahwa cukup dengan itu kita bisa dekat denganNya? Merasa cukup puas dengan nilai positif habluminallah kita, sumbu y kehidupan kita? Tanpa kita sadari, kita melalaikan hak2 sesama.... Tanpa kita sadari kita mengabaikan lingkungan tempat kita tinggal. Merasa seolah hubungan dengan sesama itu hanya sebatas senda gurau, hanya sebatas hiburan. Tanpa kita sadar, hal itu membuat nilai sumbu x kehidupan kita menjadi negatif. Tahukah engkau saudaraku, mereka bukan senda gurau, mereka diciptakan and didekatkan dengan kehidupan kita bukan tanpa rencana n hanya sebagai penghibur. Mereka ada membawa asmaul Husna di dalam dirinya. Untuk itulah kita juga harus bersungguh-sungguh menjadikan nya positif;)
Kuadran 3: Untuk orang-orang di Kuadran 3 ini, mahasiswa2 ku sepakat menamainya "sampah masyarakat". Hehehe....agak sadis juga mereka kasih istilah. Tapi anda bisa nilai sendiri kenapa bukan?
Kuadran 4: Nah di kuadran 4 ini, banyak juga lho. Or mungkin malah kita salah satunya (Naudzubillahimindzaaliik....). Orang2 yang merasa cukup mendapat "nama baik" di hadapan makhluk. Orang2 yang tanpa sadar meninggalkan Sang Maha, dan merasa puas dengan kehidupan dunianya. Orang-orang yang sumbu x kehidupannya positif dan sumbu y kehidupannya negatif. Apakah kita? apakah kita?
Dari keempat uraian tersebut. Kemudian saya berpikir kembali? Bagaimana tingkat kedekatan manusia dan Tuhan itu diukur? apakah manusia yang hampir tidak lupa menjalankan sholat lima waktu, selalu mengerjakan ibadah puasa sunnah dan rutinitas keagamaan yang lainnya dapat dijadikan ukuran menjalin hubungan baik dengan pencipta??? Bagaimana tingkat kedekatan manusia dan makluk ciptaan Tuhan itu diukur? apakah menyantuni anak yatim, selalu dermawan dan hubungan sosial lainnya dapat dijadikan ukuran menjalin hubungan yang baik dengan makluk ciptaan Tuhan. Dan pada akhirnya saya mendapatkan jawaban, salah satunya dari bpk. Abu Sangkan.
Mari kita pelajari bersama...
Kuadran 1 adalah kuadran yang menunjukkan tingkat tertinggi kedudukan manusia. Namun ada satu hal yang kita lupa bahwa ditingkat ini hanya untuk orang-orang beriman yang IKLAS dan khusyu'. Orang yang melakukan hubungan dengan Tuhan yang sebenarnya(+) dan memandang setiap ciptaan Tuhan adalah sama (+).
Kuadran 2 adalah kuadran yang menunjukkan tingkat kedudukan untuk orang-orang beriman yang sombong. Orang yang berusaha melakukan hubungan dengan Tuhan (+) namun terkadang masih memandang makluk ciptaan Tuhan dengan sebelah mata (-).
Kuadran 3 adalah kuadran yang menunjukkan tingkat kedudukan untuk orang-orang yang benar-benar sombong. Orang yang menganggap bahwa hidup ini tanpa bantuan siapa-siapa (-) dan bahkan meragukan kekuasaan Tuhan (-) . Naudzubillahimindzaaliik....
Kuadran 4 adalah kuadran yang menunjukkan tingkat kedudukan untuk orang-orang yang munafik. Orang yang kelihatannya baik di pandangan manusia (+) namun ternyata ingkar(-). dan kita pun sangat sulit membedakan orang yang benar-benar taat atau tidak.
Satu hal lagi, Kita terkadang tidak sadar dengan adanya "keterkakuan kita" "kebakuan kita". Padahal kehidupan itu tidak sekaku yang ada. Matahari memang teratur dalam tasbihnya berputar pada porosnya. Namun terlihat oleh kita malah sebaliknya, matahari seakan-akan bergerak mengelilingi bumi. Sungguh Allah Maha Suci.
Ketika kita menjalankan ibadah sholat, Allah seakan ada berada di depan kita namun pada hakekatnya Allah itu sangat dekat dengan kita. Kita memang hanya dapat merasakan dan sungguh Allah sangat berbeda dengan makluk-Nya. Maka kitapun takkan sanggup untuk melihat secara kasat mata. Demikian juga ketika kita memberikan suatu penilain pada seseorang. Meskipun mungkin kita terlihat taat pada Allah. Namun benarkah ketaatan itu memang hadir tanpa ada pamrih satu pun?? Mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga hati kita untuk selalu berada dekat dengan-Nya. Ketaatan seseorang hanya Tuhan yang berhak memberikan penilaian. Ini yang sulit untuk kita karena kita hanya mempunyai mata yang penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan itu akhirnya mendorong kita untuk memberikan penilain dari luar saja.
Terkait dengan matematika, (klo da yang salah dalam teori ini tolong tunjukkan yach....biar tidak tersesat). Sebelumnya telah kita sepakati bahwa kedudukan sb x adalah representasi habluminannas, dan sumbu y adalah representasi habluminallah. Sekarang mari kita perhatikan gambar 1 dan gambar 2.
Gambar 1 adalah koordinat kartisius yang umum digunakan dimana kedudukan sb x berada pada posisi horizontal dan kedudukan sumbu y berada pada posisi vertikal. Penulisan titik pada kondisi 1 adalah P (x,y)
======> ini menggambarkan bahwa hubungan kita dengan Sang pencipta hanya pada saat kita melakukan sholat. (Tuhan seakan hanya ada di atas)
Gambar 2 adalah koordinat kartisius yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda dimana kedudukan sb. x dan sb. y merupakan kebalikan dari kondisi 1. maka penulisan titik pada kondisi 2 adalah P (y,x)
======>ini menggambarkan bahwa hubungan kita pada dasarnya dengan Sang pencipta sama dengan setiap tarikan nafas kita. (Tuhan itu tidak hanya ada di atas saja)
Dari kedua kondisi tersebut maka muncul pertanyaan. Bagaimana kedudukan P pada 2 kondisi tersebut? Apakah P pada kondisi 1 juga P pada kondisi 2?
- Jika kita hanya memandang pada satu sisi saja hingga kita terlena pada bentuk yang ada maka bisa jadi kita menjawab tidak sama.
- Namun apabila kita teringat pada mata kuliah yang disampaikan Mr. Nindyo, tentunya jawaban kita akan tetap sama. Suatu titik pada dasarnya mengalami suatu perjalanan panjang dalam suatu proses kehidupan.
Trim's For my friend's, Mariana (neni). You are not forget me..... This is 4 U. Teman, kau memberikan semangat baru untuk belajar kembali. (maklum dulu bandel waktu kuliah).
Semoga kita selalu berada di jalan yang baik untuk mendapatkan kebenaran dan satu hal yang lurus. Amin
GSP House from Parent's
