Tampilkan postingan dengan label My Work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Work. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

IniLaH ....... ReaLiTa

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Selama 1 pekan ini, ada perlombaan 17-An. Benar-benar fantastik bakat mereka dan harusnya kegiatan seperti ini tidak boleh tidak ada. Kegiatan ini kelihatanya sederhana tapi menurut saya sebenarnya jauh lebih memberikan suatu pendidikan yang jauh realistis.

Dari kurang lebih 1.365 siswa
(sumber:http://nisn.jardiknas.org) di tempat saya bekerja , hanya ada beberapa siswa yang tampak aktif sebagai peserta perlombaan sementara siswa yang lainnya lebih senang menjadi suporter bahkan ada beberapa siswa yang malah melakukan aktivitas lain. dan inilah realita ketika kita berada dalam suatu populasi yang mebentuk beberapa komunitas.

Jika kita hitung jumlah siswa yang berperan secara langsung dalam kegiatan sebagai peserta hanya di dapatkan data siswa yang relatif sedikit bahkan dijumpai ada bebrapa siswa yang berperan ganda ikut serta dalam beberapa perlombaan. Inilah sebenarnya kesempatan bagi semua siswa untuk mengenal dirinya sekaligus mengekspresikan diri dan menampilkan kemampuan. Namun realaitanya hanya ada beberapa siswa saja yang mempunyai kepercayaan diri untuk tampil di depan umum.

Kita tidak bisa menghindari bahwa manusia lebih melihat penampilan dibandingkan yang lain. Inilah sebenarnya mengapa ada beberapa orang harus tampil dulu dan kemudian mendapatkan pengakuan dan kemudian mendapatkan penilaian. Padahal sebenarnya tidak setiap penampilan itu merupakan suatu penilaian yang benar. Namun kemudian muncul pertanyaan trus bagaimana kita mengetahui kemampuan seseorang? ......... Inilah realita yang terkadang sesuatu ada kontradiksinya

Sama seperti ketika kita berada dalam kegiatan sekolah, sebagai seorang guru penilaian itu sangat rentan tidak hanya bisa di peroleh dari hasil ulangan saja tapi juga dari aktivitas yang dilakukan di kelas. Memang pada dasarnya sangat mudah bagi seorang guru memberikan penilaian, namun harus ada dasarnya. Minimal bisa mengurangi kesalahan penilaian guru terhadap siswa, apalagi siswa yang mempunyai karakteristik introvert. .... Inilah realaita bahwa guru sebenarnya mempunyai pertanggungan jawab yang cukup besar terhadap penilaian yang diberikan pada siswa.

Yang tidak kalah menariknya dari pembahasan sebelumnya adalah pada kegiatan perlomban 17-an ini ada pendidikan yang berharga terkait pembentukan kepribadian siswa. Banyak hal yang bisa dipelajari selain belajar di kelas diantaranya: sikap menerima, kompetisi, perjuangan, pengendalian emosi, kesabaran, keulutan dan penyusunan strategi. Realitanya dalam kegiatan belajar di kelas hal ini sering diabaikan guru, orang tua bahkan oleh siswa sendiri.

Realita yang harus kita pahami adalah waktu tidak berjalan mundur apalagi diulang kembali, dan kita harus memanfaatkan kesemptannyang ada dengn sebaik-baiknya tidak hanya untuk kepentingan pribadi tapi bagaimana bisa berjalan beriringan dengan orang lain.



Jumat, 09 April 2010

TERAPI KEJUJURAN


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


By. Ika Miming V.S.

Ide tentang TERAPI KEJUJURAN ini muncul ketika saya tidak sengaja memperhatikan beberapa tayangan televisi yang santer membahas tentang penyelenggaraan UNAS. Dalam tayangan tersebut banyak disebutkan tentang adanya indikasi kecurangan dan keberadaan UNAS sebagai pemetaan kualitas SDM untuk beberapa sekolah di negeri tercinta ini. Saya ikut prihatin dengan kondisi yang ada namun saya tidak dapat berbuat banyak. Karena apa yang ada melibatkan suatu proses dan sistem.

Hal ini pun semakin memicu saya untuk sedikit memberikan suatu nuansa baru pada media pembelajaran yang saya terapkan selama ini. Sebuah media pembelajaran yang lebih terarah pada pelatihan mental siswa. Mungkin hal ini kurang diterima dan dianggap tidak effisien namun saya yakin beawal dari suatu kebiasaan kecil yang mungkin sepele nantinya pasti akan memberikan suatu pengalaman yang berarti.

Media pembelajaran tersebut adalah Ulangan Harian Online sebagai terapi kejujuran. Mengapa harus diberi tambahan terapi kejujuran? mengapa kok tidak cukup dengan menyebut Ulangan Harian Online saja?

Terapi kejujuran ini memang muncul dalam ide setelah ada Ulangan Harian Online. Terapi kejujuran hadir karena dalam kenyataan pelaksanaan Ulangan Harian Online diindikasikan munculnya juga kecurangan-kecurangan yang mungkin dilakukan siswa. Dalam UH-OL siswa menjadi peserta ulangan sekaligus menjadi pengawas ulangan. Ketika seseorang menjadi pengawas diri sendiri ini berarti diperlukan tingkat kejujuran yang sangat tinggi. Apalagi terkait dengan nilai siswa secara individu. Ketika siswa berada pada 2 peran tersebut tentunya dapat memberikan stimulus pada diri sendiri. Ini sangat berarti sebab siswa dihadapkan pada suatu pilihan berat ketika melakukan kegiatan UH-Ol dan mengetahui hasil ulangan tersebut. dan disinilah terapi kejujuran itu efektif berjalan. Menjawab pertanyaan pertama tentang Mengapa Ulangan harian On line harus diberi tambahan terapi kejujuran? apabila hanya Ulangan harian on line saja lebih terkesan sama seperti pelaksanaan UNAS yang santer dibicaran saat ini. sementara apabila ditambahkan terapi kejujuran maka Ulangan Harian online lebih terarah pada pembentukan mental.

Kejujuran itu sulit sekali untuk diukur dan alat ukur yang paling tepat adalah HATI. Maka disinilah sebenarnya tujuan dari media pembelajaran ini saya terapkan. Bukan hanya karena mengedepankan gensi dan mengikuti trend ONLINE saja tetapi mencari suatu solusi diantara teknologi yang ada.

Mudah-mudahan tulisan ini memberikan suatu konstribusi dan pandangan baru untuk memperbaiki diri sendiri.

Rabu, 17 Maret 2010

Seni Matematika

Matematika lebih dikenal oang dengan perhitungan dan perumusan. Untuk itu saya ingin memandang matematika dari sudut pandang yang berbeda. karena saya bukanlah orang yang ahli terhadap matematika dan lagi dulunya pun saya adalah salah satu mhasiswa yang tidak pandai sehingga mungkin sudut pandang saya ini keliru. Saya pun dengan terbuka akan mempelajari kembali apa yang menjadi pemikiran saya ini.Matematika menurut saya adalah seni yang indah. saya dapat mengatakan demikan karena darii apa yang saya pelajari ternyata dapat menghasilkan suatu karya yang menurut saya sih... mengandung unsur seni. Karena ada komposisi warna , bentuk, kesatuan dan dapat dinikmati.

Ketka matematika menjadi suatu seni mungkin saja itu sedikit menyimpang. karena sebagian besar orag berada di dunia seni lebih cenderung untuk meniadakan aturan sementara dalam ilmu matematika lebih identi pada aturan-aturan. Ini lah yang ingin saya gabungkan. saya sangat yakin bahwa masig-masing ilmu baik matematika ataupun seni adalah fleksibel dan universal.Jadi kedua usur dari ilmu seni dan matematika dapat menjadi padu-padan yang indah dan menarik. Perlu bukti nich.... Oke saya akan menunjukkan beberapa koleksi gambar yang inipun ada beberapa yang merupakan karya anak didik saya. Anak muda sekarang memang kretif... saya suka itu. ... dan perlu untuk terus dikembangkan.

Sebeumnya memang saya harus memberikan pandangan pada siswa bahwa matematika itu indah. saya memberikan beberapa contoh gambar di papan dengan tujuan untuk menstimulus kreatifitas siswa. Dan ternyata itu berhasil... saya takjub dengan kreatifitas mereka. dan saya abadikan dalam tulisan ini. dari gambar tangan mereka maka sedikit dengan polesan warna dan dikembangkan dengan sentuhan program di MS. word + paint maka jadilah karya seni matematika.Penasaran nich... seni matematika seperti apa yach... ndak perlu penasaran . sebab seninya memang seni yang sedehana, seni gambar. yach..mungkin di lain waktu kalau memang ada seni yang lebih tinggi lagi pasti akan saya bahas. OK...
Ni diya seni sederhana matematika itu: Oke .. mari semanagt dengan seninya matematika... see u again

Sabtu, 13 Maret 2010

Mengajar itu Kreasi lho...

Meskipun kita berkreasi, kita tidak boleh lepas dari aturan yang ada. berKreasi yang positip.
Adapun acuan ada di sini:

* PUSPENDIK
* BALITANG
* DIKNAS
* DIKMENJUR

Bukan hanya mencipta seni saja lho... yang memerlukan inspirasi dan kreasi. Mengajar pun perlu juga sentuhan inspirasi dan kreasi. Yach minimal siswa tidak tidur di kelas dan minimal kegiatan negatif siswa menjadi berkurang. Jangan salah.... inspirasi dan kreasi memang tidak muncul seperti yang sellau diinginkan makanya perlu adanya plain-do-action-evaluate. Jadi gabung saja ke blog ini biar saya ataupun siapa saja yang baca dapat inspirasi dan menghasilkan kreasi.

* PLAIN

* DO

* ACTION

* EVALUATE

* REPAIR